Wednesday, September 12, 2012

AC Split Tipe Multi

2 komentar

AC split tipe Multi adalah ac split dengan indoor lebih dari 2 unit dengan Outdoor 1 unit.
cara kerja ac tipe multi sama dengan ac tipe single unit, bedanya ac multi dibagian outdoornya terdapat komponen elektronik dan terdapat kran selenoid valve.
bila 1 Outdoor dengan 5 indoor unit, maka dibagian Outdoor unit terdapat 5 buah kran selenoid valve.

Komponen elektronik berfungsi untuk mengatur jalannya selenoid valve bila satu indoor unit dioperasikan sementara ac yang satunya tidak dioperasikan.
Selenoid valve adalah ibarat sebuah kran air yang dapat dibuka tutup, tapi membuka tutupnya dengan sebuah klep yang mendapat tekanan gaya magnet dari kumparan lilitan yang berada pada selenoid valve tersebut.
jadi bila bila kumparan tersebut mendapat transfer arus listrik dari satu buah indoor unit, maka klep pada kran selenoid valve akan membuka untuk mengalirkan refrigerant kebagian indoor unit.

Kelistrikan pada ac jenis ini, unit indoor dan outdoor tetap mendapatkan supply arus listrik walaupun ac tidak dalam keadaan beroperasi.
Berbeda pada ac tipe single unit yang relay kontaktornya berada pada komponen indoor unit, bila indoor unit tidak dioperasikan maka arus listrik tidak berada dibagian outdoor unit. ( jika dalam pemasangan power supply, kabel berwarna Coklat disambungkan dengan L dan kabel berwarna Biru dengan N )
jadi berhati-hatilah bila melakukan pencucian pada outdoor tipe multi ini. karena walaupun indoor unit dalam keadaan tidak dioperasikan, arus listrik masih mengalir kedalam bagian outdoor unitnya.

Kelemahan pada ac jenis ini adalah bila satu indoor unit mengalami kebocoran pada bagian evaporatornya, maka indoor unit lainnya tidak bisa dioperasikan.


Read More ->>

Tuesday, November 29, 2011

Commercial Freezer

0 komentar

Kemungkinan masih banyak para pengelola restaurant menempatkan Commercial Freezer nya satu ruangan dengan dapur.
menempatkan commercial freezer di dapur akan membuat kinerja alat tersebut semakin lama semakin cepat rusak.
uap minyak dari hasil masakan akan terhisap ke arah condensing unit dan sudah jelas condensing unit tidak dapat membuang panas condenser karena condenser penuh dengan uap minyak yang berasal dari uap minyak masakan tersebut.

Dengan tidak terbuangnya panas condenser akan menyebabkan kompresor bekerja lebih berat dan dingin yang dihasilkan juga akan semakin berkurang dan kemungkinan yang lain yang lebih parah adalah umur kompresor tidak akan panjang.

Lalu, bagaimana solusinya? Bila anda tidak ingin keluar biaya banyak usahakan pada saat anda membangun restaurant, pisahkan antara ruangan dapur dan ruangan untuk commercial freezer agar uap minyak tidak terhisap pada bagian condenser.
bila tempat tidak memadai untuk cara diatas, anda harus memindahkan condensing unit kebagian luar dapur seperti gambar diatas.
Read More ->>

Saturday, August 6, 2011

AC INVERTER

7 komentar
AC inverter bekerja secara otomatis mengubah kecepatan putaran kompresor dengan memvariasikan frekuensi catu daya ke kompresor, untuk memberikan pendinginan dan kenyamanan yang baik mulai dari tinggi ke rendah.
kapasitas pendinginan AC berbanding sejajar dengan kecepatan kompresor.

Bagaimana cara kerja AC Inverter?
Sistem inverter mengubah arus alternating current (AC) menjadi arus searah (DC) dan dipasok ke gulungan DC motor dari kompresor dengan tegangan mulai dari DC300V ke DC450V pada bagian inverter.
Kecepatan kompresor DC Inverter dapat disesuaikan dengan kemampuan beban suhu pada ruangan.

Keuntungan menggunakan ac jenis ini adalah pada saat start up tidak membutuhkan daya listrik yang begitu besar, optimal dalam penghematan daya listrik dan bisa cepat mendinginkan.

Bahan material tembaga yang digunakan pada pada ac inverter seperti evaporator, kondenser dan installasi pipa haruslah tebal karena pada jenis ac ini menggunakan freon yang bertekanan tinggi yaitu R410A yang lebih tinggi 1.6 kali dari R22.
Olie yang digunakan pada kompresor inverter juga berbeda dengan olie kompresor non inverter, kompresor inverter menggunakan olie jenis POE yang mudah menyerap kelambaban.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perbaikan ac inverter
1. Jangan menggunakan manifold atau selang manifold yang dipergunakan untuk mengisi sistem R22 ke sistem R410A, karena sisa olie yamg masuk kedalam sistem R410A akan membuat buntu sirkulasi refrigerant.

2. Usahakan untuk mengganti filter pengering bila unit mengalami kebocoran atau unit sudah habis freonnya,

3. Dalam mengisi atau menambahkan freon, haruslah dalam bentuk cair agar tidak menimbulkan fraksinasi.
Read More ->>

Saturday, January 15, 2011

Cara Merubah Defrost PCB Ke Defrost Manual

46 komentar

Defrost PCB berfungsi sama seperti defrost manual yang menggunakan defrost timer.
pada lemari es dua pintu atau lebih memang ada yang menggunakan modul PCB untuk proses defrostnya. sebenarnya fungsinya sama dengan defrost manual yang menggunakan defrost timer, bedanya pada defrost modul pcb diatur oleh sebuah IC dalam rangkaian elektronika.

memang pada jaman modern ini cara defrost manual sudah digantikan dengan menggunakan modul PCB.
Sebelum menggunakan defrost dengan heater pemanas, produsen lemari es dua pintu menggunakan cara defrost dengan memanfaatkan panas refrigerant untuk melumerkan es pada evaporator. tetapi cara tersebut kini sudah digantikan dengan penggunaan heater pemanas untuk melumerkan bunga es yang menebal setelah lemari es beroperasi selama 7 jam.

Untuk merubah modul defrost PCB ke defrost manual, anda harus menyiapkan :
- Defrost Timer
- Defrost Thermostat
- Fuse
atau anda bisa memakai defrost thermostat dan fuse yang lama bila tegangan yang digunakan adalah tegangan ac volt.
caranya adalah lepaskan kabel yang menuju kompresor pada modul pcb lalu anda pasangkan pada terminal no 4 pada defrost timer.
lalu anda lepaskan juga kabel yang menuju heater pada modul pcb dan anda pasangkan pada terminal no 2 pada defrost timer.

sekarang anda buka kap penutup evaporator pada pintu atas lemari es, lalu anda cari ujung kabel dari terminal no 2 (kabel yang menuju ke heater pemanas).
setelah anda temukan, kabel harus menyambung pada satu kabel heater pemanas lalu kabel satunya yang keluar dari heater pemanas anda putuskan untuk disambungkan pada fuse. (bungkus ujung kabel satunya yang anda putuskan tadi dengan solasi) lalu ujung dari kabel fuse anda sambungkan dengan kabel defrost thermostat dan kabel defrost thermostat yang satunya anda hubungkan dengan line listrik.

sambungan kabel antara fuse dan defrost thermostat anda sambungkan satu buah kabel untuk ditujukan ke terminal no 1 pada defrost timer dan terminal no 3 nya anda hubungkan dengan line listrik.
terkadang modul pcb juga digunakan untuk lampu indikator pada lemari es.
jadi bila lampu indikator masih berfungsi, anda tidak perlu membuang module pcb tersebut.
Read More ->>

Sunday, November 7, 2010

Starting Relay Untuk Motor Compressor

14 komentar

A. Current Type Relay

Sebuah current relay dalam keadaan normal biasanya terbuka switch nya.
bila daya listrik memasuki kompresor, arus dalam lilitan utama mengalir melalui sebuah kumparan gulungan didalam relay.

dan menjadikan kumparan gulungan tersebut menjadi medan magnet, sehingga batang kern terangkat atau terdorong untuk menyambungkan kontak bimetal.
ketika kompresor meningkat kecepatannya, arus didalam lilitan utama pun menurun sampai batas kecepatan tersebut tercapai.
sehingga mengurangi medan magnet didalam current relay dan batang kern pun terlepas memutus kontak bimetal.


B. PTC Type Relay

PTC (Positif Temperatur Koefisien) adalah perangkat solid atau berbentuk padat
perangkat ini dihubungkan seri dengan lilitan pembantu kompresor.
Sebuah PTC mengalami peningkatan perlawanan atau resistansi dari arus listrik yang melewatinya.
PTC cocok untuk desain motor sehingga bertepatan dengan kompresor mencapai putaran, yang dibutuhkan adalah switching speed.
peningkatan tajam perlawanan atau resistansi dalam PTC secara efektif mencegah setiap arus yang melewati lilitan pembantu
Ini adalah perangkat sederhana, tanpa ada bagian yang bergerak.


C. Potential Type Relay

Sebuah relay potensial dalam keadaan normal tertutup perangkatnya.
ini untuk mengatasi masalah percikan bunga api pada bimetal pada saat start-up.
relay potensi beroperasi karena adanya potensi tegangan pada kumparannya hasil dari lilitan pembantu motor kompresor.
ketika kompresor meningkatkan kecepatan, tegangan pada lilitan pembantu juga meningkat.
Ketika tegangan ini mencapai pada nilai pengangkatan, kontak bimetal pada relay pun terbuka.
disaat kompresor terus berjalan, tegangan pada lilitan pembantu akan tetap cukup tinggi untuk menahan kontak relay terbuka.
ketika kompresor tidak beroperasi, kontak bimetal pada relay pun menutup.


Beberapa Pertimbangan Praktis

Saat mengganti relay, selalu gunakan komponen yang ditentukan oleh produsen.
Apabila suatu current relay atau relay potensial digunakan, berarti telah dipilih dengan cermat untuk mencocokkan desain kompresor.
Relay mungkin identik secara fisik, namun berbeda karakter kelistrikannya.
Jangan menggunakan relay yang berbeda hanya karena terlihat sama atau karena digunakan pada kompresor lain dengan ukuran hampir sama.
Hal ini dapat beroperasi ketika pertama kali dipasang, namun gagal bekerja ketika ada perubahan kondisi beban dan perubahan teganngan

Pertimbangan yang sama berlaku untuk relay PTC.
memasang sebuah relay PTC harap berhati-hati dan sesuai dengan motor kompresor.
Jika relay PTC digunakan dengan motor yang lebih besar daripada yang aslinya, perangkat akan beralih cepat dari seharusnya.
mungkin sebelum kompresor mencapai kecepatan berputar hanya lilitan utama saja yang dapat mempertahankan.
Jika motor lebih kecil harus disesuaikan dengan PTC yang sama, jika lebih rendah PTC nya akan mengakibatkan penundaan lebih lama dari biasanya sebelum
lilitan pembantu secara efektif terisolasi atau dipisahkan.
Dalam beberapa kejadian, ini dapat menyebabkan pelindung motor atau overload kompresor untuk membuka atau menghentikan kompresor.
PTC yang baik dirancang untuk berfungsi menyelaraskan berbagai beban dan pasokan tegangan.

Jika kapasitor rusak, jangan hanya mengganti kapasitornya saja

starting kapasitor adalah perangkat yang dapat diandalkan.
Dalam kebanyakan kasus kegagalan starting kapasitor adalah hasil dari muatan listrik kapasitor berada di sirkuit lebih dari waktu normal start-up.
Hal ini menunjukkan kemungkinan relay rusak.
Ini adalah praktik yang baik, ketika mengganti starting kapasitor yang rusak ganti juga starting relay nya.

Mengapa beberapa kapasitor mulai dilengkapi dengan penggunaan resistor?

Sebuah starting kapasitor digunakan berhubungan dengan running kapasitor dan potensi relay (pada motor CSR) akan mempertahankan muatan listrik ketika kontak relay terbuka dan posisi starting kapasitor juga terpisah.
Ketika kompresor berhenti, dan jika kontak bimetal potensi relay terbuka, ada kemungkinan bahwa starting kapasitor akan melepaskan seluruh muatan listrik dan menimbulkan percikan api lalu membuat kedua bimetal menempel.
bila hal ini terjadi dapat mengakibatkan kerusakan pada starting kapasitor dan motor kompresor.

Situasi ini dapat dihindari dengan menggunakan sebuah resistor yang dipasang diterminal starting kapasitor.
jika relay terbuka, muatan listrik dalam starting kapasitor akan dibuang ke resistor tersebut.
resistansi yang dibutuhkan cukup tinggi (biasanya 15.000 ohm) dan hal itu tidak mempengaruhi kinerja kapasitor
Ketika mengganti starting kapasitor pada kompresor CSR, pengganti kapasitor harus dilengkapi dengan sebuah penggunaan resistor.


Problem starting karena tegangan rendah.

Kemampuan kompresor berkurang karena penurunan tegangan, rendahnya tegangan mungkin akibat dari masalah pasokan listrik tapi ini tidak selalu terjadi.
Tegangan starting efektif ketika tegangan dipasok ke terminal kompresor dan siap pakai untuk menjalankan kompresor.
Ini adalah tegangan yang diukur pada terminal kompresor, ketika tarikan pertama arus listrik memasuki kompresor atau disebut locked rotor current (LRA).

Jika kabel pada kompresor panjang atau ukuran kabel tidak besar cukup untuk membawa arus start yang tinggi dan akan ada penurunan tegangan yang signifikan pada
terminal kompresor.
Ini adalah tegangan yang harus dilihat pada kompresor dan tegangan starting ini dapat berada di bawah kisaran yang disetujui oleh produsen kompresor.
Pertimbangan harus dipikirkan terhadap perubahan kabel listrik untuk kompresor.
.
Read More ->>

Thursday, November 4, 2010

Jenis Motor Compressor

10 komentar
1. Single phase compressor motor type

A. RSIR Motor (Resistance Start – Induction Run)

Ini adalah motor paling sederhana yang digunakan dalam kompresor hermetic yang dipergunakan pada lemari es, freezer atau dispenser.
kompresor ini memiliki lilitan utama (RUN) dan juga lilitan pembantu (START)
lilitan pembantu hanya diperlukan selama start-up dan pada jenis kompresor ini tidak memerlukan kapasitor.
Sebuah relay diperlukan hanya untuk memisahkan lilitan pembantu ketika kompresor mencapai kecepatan di mana lilitan utama saja yang digunakan.

Motor jenis RSIR biasanya digunakan menjalankan aplikasi keseimbangan tekanan , dimana torsi motor tinggi mulai tidak diperlukan.
Relay yang paling banyak digunakan pada kompresor RSIR adalah PTC (Positif Koefisien suhu) perangkat solid state.
Perangkat ini dipasang secara seri dengan lilitan pembantu.
Sebuah PTC mengalami kenaikan resistansi disaat arus listrik melewatinya
PTC cocok untuk disain RSIR motor karena disaat kompresor mencapai pemindahan kecepatan, peningkatan tajam dalam resistansi PTC secara efektif mencegah arus melalui lilitan pembantu.
Ini adalah perangkat sederhana, tidak ada bagian yang bergerak didalam sebuah relay PTC.
Pada beberapa kompresor, perangkat PTC adalah relay yang digabung dengan overload kompresor.



B. RSCR (Resistance Start – Capacitor Run)

Ketika torsi rendah memadai tetapi untuk peningkatan efisiensi operasional, diperlukan penambahan kapasitor secara seri dengan lilitan pembantu untuk dapat menghasilkan hasil yang diperlukan.
aplikasi Ini dilakukan pada kulkas, tapi di mana ada satu peningkatan sedikit biaya maka dibenarkan untuk efisiensi yang lebih tinggi dan diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar atau peraturan persyaratan.

Sekali lagi PTC atau relay digunakan, tetapi dalam kasus ini tidak memisahkan lilitan pembantu, yang tetap aktif setiap kali kompresor berjalan.
relay ini memungkinkan arus terpotong pada starting kapasitor pada saat run-up.
Ketika resistensi PTC meningkat atau saat relay terbuka, mengakibatkan atau membawa run capasitor berhubungan seri dengan lilitan pembantu.



C. CSIR Motor (Capacitor Start – Induction Run)

Bila kompresor diperlukan untuk memulai pada tekanan tidak seimbang, atau seperti kasus ketika katup TX digunakan sebagai sistem perangkat ekspansi, motor CSIR mungkin pilihan yang sesuai.
Kita boleh menyebut motor CSIR sebagai motor RSIR yang telah ditingkatkan oleh penambahan kapasitor secara seri dengan lilitan pembantu.
Hasilnya adalah, bukan hanya untuk memisahkan lilitan pembantu, fungsi relay sekarang memisahkan lilitan pembantu dan starting kapasitor.
Seperti motor RSIR yang lainnya, sewaktu sampai pada kecepatan, yang dipergunakan hanya lilitan utamanya saja yang dialiri arus listrik.



D. CSR Motor (Capacitor Start and Run, Atau disebut juga CSCR)

Motor ini menawarkan perbaikan starting karakteristik yang disediakan oleh starting kapasitor.
ditambah dengan peningkatan efisiensi berjalan yang dihasilkan dari penggunaan running kapasitor.
motor ini banyak digunakan pada aplikasi mesin pendingin yang lebih besar atau refrigerasi komersial

dalam disain ini run kapasitor kembali dihubungkan seri dengan starting kapasitor.
komponen ini menjadi aktif ketika kompresor sedang berjalan.
ada penambahan kapasitor (starting kapasitor) yang dihubungkan secara paralel dengan running kapasitor selama motor berjalan.
Hal ini harus dipisahkan ketika kompresor mencapai kecepatan di mana starting kapasitor tidak lagi diperlukan.
Sementara beberapa kompresor CSR yang lebih kecil dipasangkan sebuah current relay.
relay yang ditentukan untuk kompresor CSR yang lebih besar biasanya dipergunakan relay potensial.

mungkin kelemahan relay pada sistem CSR adalah tidak terbuka pada perangkatnya.
pada saat daya listrik memasuki kompresor, lilitan utama dan lilitan pembantu terdapat arus listrik dan running kapasitor mulai terisi arus listrik.
Ketika kontak dari current relay mulai menutup, ada kemungkinan running kapasitor yang membuang muatan listrik pada kontak bimetal mungkin membakar kedua kontak bimetal sampai menempel.

kontak bimetal mencegah relay dari pembukaan dan starting kapasitor akan tetap berada pada sirkuit.
kapasitor dirancang hanya untuk penggunaan berselang dan secara singkat.
jika relay tidak terbuka, starting kapasitor kemungkinan akan rusak.



E. PSC Motor (Permanent Split Capacitor)

Jenis motor ini menawarkan efisiensi yang optimal dengan penggunaan running kapasitor.
biasanya tidak menggunakan starting relay atau starting kapasitor.
menghasilkan torsi awal yang rendah tetapi juga penghematan biaya.
ac split dan ac window adalah yang paling umum menggunakan kompresor PSC.
unit tersebut biasanya dirancang dengan penggunaan perangkat pipa kapiler.
dan dengan demikian mencapai tekanan seimbang sebelum start-up.
Kompresor yang kemampuannya mulai berkurang dengan demikian tidak menjadi masalah dan dapat menghemat biaya karena tidak menggunakan relay dan starting kapasitor.
efisiensi yang terbaik dari PSC motor adalah memberikan manfaat yang jelas untuk tingginya volume design penyejuk udara.

Hanya ketika tekanan sistem gagal untuk diseimbangkan atau tegangan suplai ke terminal kompresor sangat rendah, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan mungkin mulai menjadi masalah.
Ada lebih dari satu cara untuk mencapai hal ini yaitu penggunaan (relay potensial dan starting kapasitor) adalah salah satu pilihan.



2. Three Phase Motors atau Motor Tiga Phase

untuk kompresor yang lebih besar, motor tiga phase memiliki kebutuhan yang jelas untuk tiga pasokan phase.
Jika tiga tahap pasokan belum tersedia, ini dapat menambah signifikan biaya instalasi.
Di sisi lain, manfaat dari penggunaan motor tiga phase adalah :
- memiliki starting torsi yang baik.
- dapat dioperasikan dengan berbagai macam tegangan.
- tidak memerlukan perangkat starting tambahan seperti relay dan kapasitor.
- Pengurangan beban pada setiap phase individu, dan dampak minimal terhadap terbakarnya gulungan motor, dll


Read More ->>

Wednesday, October 27, 2010

Evaporator dan titik didih Refrigerant

10 komentar
Banyak teknisi ac merasa seperti tidak pernah mampu menyerap semua rincian yang terlibat dalam industri HVACR.
hal ini lebih diibaratkan seperti seseorang berada pada pesta yang sangat besar dan bertanya-tanya bagaimana menghabiskan semua makanan?
jawabanya adalah, anda harus menggigit atau mencoba semua makanan satu persatu.
hal ini mendorong untuk mengetahui bahwa anda tidak harus mengetahui semua informasi ini pada saat sekarang ini.
menguasai dasar-dasar pendinginan, satu per satu, akan membuat anda sepenuhnya siap untuk berkecimpung dalam bidang ini.
Ini memang memerlukan waktu untuk menguasai dasar-dasar tersebut, tetapi setiap orang rata-rata telah melakukannya dan anda juga harus bisa.

Fungsi evaporator adalah untuk menyerap panas didalam sistem pendinginan, nama evaporator menjelaskan apa yang terjadi di dalam kumparan pipa evaporator tersebut.
refrigeran berubah dari cairan menjadi uap, ini disebut penguapan atau evaporation.
ketika kita melihat air di jalan setelah hujan dan itu akan hilang ketika matahari bersinar di atasnya, berarti air tersebut telah menguap.
panas dibutuhkan untuk penguapan suatu zat.
syarat penguapan dan pendidihan digunakan secara bergantian dalam industri pendinginan.

Semua orang tahu bahwa diperlukan panas untuk mendidihkan air, tetapi semua orang tidak tahu bahwa air mendidih pada 100 derajat celcius hanya pada satu kondisi.
yaitu pada satu kondisi ketika permukaan laut tekanan atmosfernya berada pada kondisi standar.
pernahkah anda mendengar pembicaraan tentang kondisi cuaca dan tekanan atmosfer?
Standar kondisi atmosfer di permukaan laut adalah, ketika tekanan atmosfer sebesar 29,92 inci Hg (inci air raksa), Ini adalah sama dengan 14,696 psi (pound per square inch).
jika anda mengubah tekanan atmosfer, anda mengubah temperatur di mana air akan mendidih dan hal ini akan menjadi titik yang sangat penting.
anda dapat menambahkan lebih banyak panas, tapi air hanya akan mendidih lebih cepat, tapi anda tidak akan mendapatkan panas yang berlebihan.

Sebagai contoh, anda bisa merebus air pada kompor berapi kecil dan anda bisa merebus air pada kompor dengan api besar dimana air akan cepat mendidih dan menguap lebih cepat tapi suhu yang dihasilkan pada air yang mendidih itu tetap sama.
jika anda memasak airnya di atas gunung, itu akan mendidih pada suhu yang lebih rendah.
diatas gunung air dapat mendidih pada 93 derajat C atau bisa lebih rendah.

rice cooker memasak makanan didalam sebuah tabung yang sempit dan itu akan menimbulkan lebih banyak panas yang menyebabkan tekanan udara di tabung itu menjadi naik.
kebanyakan rice cooker tekanan udaranya sebesar 15 psi di atas tekanan atmosfir.
Ini akan menaikkan suhu didih air sekitar 121 derajat Celcius, yang memungkinkan anda untuk mengurangi waktu memasak.
mengapa kita harus mengetahui ini? Jika anda mengerti, anda dapat mengontrol suhu didih dengan mengontrol tekanan udara dalam tabung tersebut.
anda telah menyelesaikan tahap pertama dan salah satu langkah paling penting dalam memahami bagaimana sebuah evaporator bekerja.

Jika kita menutup air dalam sebuah tabung dan mengurangi tekanan udara pada tabung tersebut, kita dapat mengurangi suhu didih air.
kita sebenarnya dapat mengurangi tekanan udara pada tempat dimana air akan mendidih sebesar 4.5 derajat C.
Itu adalah angka signifikan karena itu adalah suhu di mana coil evaporator ac bekerja.

sebenarnya kita bisa menggunakan air sebagai pendingin, tapi air memiliki beberapa kualitas yang membuatnya tidak praktis.
air sebenarnya diklasifikasikan sebagai pendingin, tetapi tidak digunakan dalam aplikasi umum.
hal penting untuk diingat di sini adalah, bahwa dengan mengendalikan tekanan udara kita dapat mengontrol suhu, dan ini berlaku untuk semua refrigeran.
Gambar 1 menunjukkan sebuah evaporator yang menggunakan air sebagai pendingin untuk mendinginkan udara.
perhatikan tekanan rendah yang harus dipertahankan untuk mendidihkan air pada 4.5 derajat celcius.
itu adalah vakum yang sangat rendah yaitu 0,28 inci Hg mutlak, di atas kekosongan udara yang sempurna.
tekanan tersebut tidak mungkin diperoleh dengan kompresor konvensional, karena air menciptakan volume uap yang sangat besar.
maka dibutuhkan pula kompresor yang sangat besar dan oleh sebab itu maka refrigeran lain digunakan untuk menggantikan air.

sangatlah penting untuk diingat bahwa semua refrigeran memiliki apa yang dikenal dengan hubungan tekanan udara dan suhu.
ketika refrigeran cair hadir dalam tabung tertutup, suhu refrigeran cair akan menentukan tekanan udara di dalam tabung tersebut.
jika Anda mulai menghilangkan uap atau gas dari tabung tersebut suhu refrigeran cair yang tersisa akan menguranginya untuk menyesuaikan tekanan udara, ini disebut tekanan suhu, yaitu hubungan antara uap dan cair.

ketika refigeran mendidih dibutuhkan panas untuk mendidihkannya dan panas itu berasal dari refrigeran cair yang tersisa saat melepas uap.
Inilah mengapa ketika Anda mengisi gas refrigerant ke dalam sistem, suhu tabung freon mulai menurun.
jika Anda terus mengambil gas dari tabung freon, tabung freon akan mulai membeku.
akhirnya anda dapat mengambil refrigeran uap yang cukup dari tabung freon yang sangat dingin, sehingga tekanan uap akan turun ke sistem dan tidak ada tekanan uap lebih yang ditransfer.

Sekarang, mari kita terapkan ini untuk pendingin modern.
setiap refrigeran dapat melakukannya dan kita harus menyadari bahwa dengan mengendalikan tekanan di evaporator dan tabung tertutup kita dapat mengontrol suhu yang mendidih.
kita akan menggunakan R-22 karena itu adalah suatu refrigeran yang umum digunakan.
refrigeran ini jauh lebih efisien untuk sistem pengkondisian udara dari pada air, tekanan akan tetap berada di atas tekanan atmosfer dan bila refrigeran mendidih tidak akan membuat sejumlah besar uap, sehingga kompresor kecil dapat digunakan.
adalah penting bagi Anda harus memiliki grafik tekanan-temperatur R-22 dan yang lainnya, bahkan anda harus membawa grafik versi saku ini untuk persiapan referensi.

Grafik menunjukkan bahwa R-22 mendidih (menguap) pada 4.5 derajat celcius ketika tekanan koil evaporator dipertahankan pada 68,5 psig (pound per square inch gauge).
seperti ditunjukkan sebelumnya, saat suhu udara 24 derajat celcius melewati kumparan yang bersuhu 4.5 derajat celcius, maka panas akan pindah ke refrigeran 4.5 derajat celcius, mengurangi suhu udara dan titik didih refrigeran.

Gambar 2 menunjukkan R-22 pada kumparan evaporator dengan kondisi di atas.
Perhatikan bahwa ilustrasi tersebut menunjukkan apa yang terjadi di dalam kumparan sepanjang jalan.
Ini adalah tabung, hanya seperti rice cooker tertutup, hanya itu sebuah pipa dan ini disebut perluasan langsung atau jenis evaporator kering (Hal ini berbeda dari evaporator banjir yang merupakan subyek artikel lain).

Ada beberapa hal yang harus terjadi di semua evaporator untuk mencapai tujuan yaitu :
1. Tekanan harus dijaga pada tingkat yang benar untuk memberikan suhu kumparan evaporator yang benar.
2. semua cairan refrigeran harus dididihkan menjadi uap sebelum meninggalkan kumparan evaporator karena komponen berikutnya adalah kompresor.
kompresor hanya dapat bekerja dengan refrigeran uap; refrigeran cair akan membuat rusak kompresor.
3. Setelah refrigeran cair dididihkan menjadi uap, panas yang cukup harus ditambahkan ke uap untuk memastikan bahwa tidak ada entrained cairan di dalamnya.
produk meninggalkan kumparan evaporator harus uap murni.

Mempertahankan Tekanan dengan Benar

Ini bagian dari proses yang dikendalikan oleh para insinyur desain.
Mereka memilih area kumparan yang benar untuk mempertahankan tekanan yang benar dan suhu di bawah kondisi desain.
jarang terjadi kasus pemilihan peralatan yang tidak benar dan sistem tidak dingin atau tidak cukup menghilangkan kelembaban.
semua sistem yang dibuat dapat melakukan semua itu.

Jika sistem mendinginkan struktur pada hari terpanas, peralatan ini berukuran dengan benar kecuali sebuah beban tambahan telah dikenakan pada struktur.
pemilihan koil evaporator dan kompresor harus benar dalam batas-batas sistem.
bagian dari proses ini tidak berada dalam kontrol teknisi, tetapi teknisi dapat seringkali perlu menentukan bahwa sistem ini bermasalah terhadap kapasitas dan tidak akan memikul beban.

Membuat keyakinan semua refrigeran cair dididihkan menjadi gas

Teknisi memiliki beberapa kontrol atas bagian dari proses ini.
hal ini mirip dengan air mendidih di atas kompor, panas harus dapat pindah ke evaporator untuk mendidih cairan refrigerant.
filter udara harus bersih, kipas blower harus bergerak mengeluarkan udara, koil evaporator harus bersih, dan pada sistem ada kontrol refrigeran yang harus diatur, maka harus diterapkan dengan benar, diinstal dan disesuaikan.
termostat ruangan harus diatur ke dalam kisaran suhu yang tepat.
kontrol refrigeran memiliki bagian atau peranan, bahwa itu terus menambahkan pendingin untuk dididihkan pada tingkat yang benar.
Ini akan menjadi seperti air mendidih dalam sebuah panci.
seperti air yang direbus, itu akan mendidih kering kecuali Anda terus menambahkan air.
jika Anda menambahkannya terlalu cepat, air dalam panci akan meluber keluar.
suhu air dalam panci juga dapat jatuh di bawah suhu didih jika air ditambahkan terlalu cepat.

Menambahkan Panas Untuk Uap air Untuk Memastikan tidak ada cairan entrained

Panas yang ditambahkan setelah semua cairan dalam kumparan evaporator mendidih menjadi uap disebut superheat.
seperti disebutkan sebelumnya, Anda dapat menambahkan panas lebih banyak pada cairan seperti yang Anda inginkan dan selama tekanan tetap sama, cairan hanya akan mendidih lebih cepat.
Ketika semua cairan telah direbus pergi, uap akan naik dari cairan dan itu disebut "uap jenuh."
uap jenuh ini dengan panas ke titik yang didinginkan, maka akan mengembun kembali menjadi cairan dan jatuh kembali menjadi cairan.
Jika panas ditambahkan ke dalamnya, temperatur akan naik ke suhu yang lebih tinggi dari suhu cair mendidih.
uap jenuh tidak dapat dipanaskan sampai suhu yang lebih tinggi daripada cairan mendidih kecuali dipindahkan ke tempat lain dan kemudian menambahkan panas.
lihatlah kembali pada Gambar 2 dan perhatikan bahwa ketika cairan semua direbus pergi masih ada uap 4.5 derajat celcius bergerak dalam kumparan evaporator terhadap outlet koil evaporator.
uap 4.5 derajat celcius masih dapat menyerap panas dari udara yang bersuhu 24 derajat celcius ketika melewati kumparan.
uap jenuh pada suhu 4.5 derajat celcius mulai mengambil panas sampai akhir kumparan evaporator, di mana ia meninggalkan kumparan di suhu 10 derajat celcius.
Ia memiliki 5.5 derajat celcius superheat (10 - 4.5 = 5.5). 5.5 derajat celcius superheat adalah sebuah jaminan bahwa tidak ada cairan meninggalkan kumparan, hanya uap saja.

Ulasan.
evaporator menyerap panas dalam sistem pendinginan.
suhu di mana evaporator beroperasi dapat dikontrol dengan mengontrol tekanan cairan yang menguap.
evaporator harus mendidihkan atau menguapkan semua cairan untuk menjadi uap sebelum akhir kumparan evaporator.

Tulisan diatas saya terjemahkan dari pakar mesin pendinginan yaitu Mr. Bill Johnson yg aktif pada industri HVACR sejak tahun 1950.
Ia lulus pada teknologi gas bahan bakar dan pendinginan dari Technical Institute selatan, sebuah cabang dari Georgia Tech (sekarang dikenal sebagai Institut Politeknik Selatan).
Dia mengajar kelas HVAC di Coosa Valley Kejuruan & Technical Institute selama empat tahun.
Ia pindah untuk menjadi manajer layanan untuk Layne Trane, Charlotte, NC Dia mengajar selama 15 tahun di Central Piedmont Community College, sebagai direktur program.
Dia punya bisnis sendiri selama lima tahun melakukan instalasi dan pekerjaan pelayanan.
Sekarang ia sudah pensiun, ia adalah seorang penulis Teknologi pemanasan praktis dan Teknologi pendinginan praktis dan berlanjut sebagai penulis Refrigerasi dan teknologi penyejuk udara Edisi ke-5, yg semuanya diterbitkan oleh Delmar Publishers.

Source : http://www.achrnews.com
Read More ->>

Monday, October 18, 2010

Superheat Dan Subcooling

1 komentar
Apa itu superheat?
Superheat mengacu pada jumlah uap derajat di atas suhu jenuhnya (titik didih) pada tekanan tertentu.

Bagaimana cara mengukur superheat?
Superheat ditentukan dengan membaca sisi tekanan rendah, lalu mengkonversi tekanan itu dengan menggunakan grafik tekanan suhu.,
kemudian mengurangi suhu tersebut dari suhu yang diukur dengan menggunakan themometer pada titik yang sama pada saat tekanan diambil.

Mengapa penting untuk mengetahui superheat dari sistem?
Superheat memberikan indikasi jika jumlah refrigerant yang mengalir ke evaporator sesuai bebannya.
jika superheat terlalu tinggi kemudian tidak cukup refrigeran yang di suply, akan mengakibatkan pendinginan yang buruk dan kelebihan penggunaan energi.
Jika superheat yang terlalu rendah, maka refrigerant terlalu banyak di suply mungkin akan mengakibatkan kerusakan kompresor karena banyaknya cairan refrigerant kembali ke kompresor.

Kapan teknisi harus memeriksa superheat itu?
superheat harus diperiksa bila satu kondisi berikut ini terjadi

1. sistem pendinginan tidak berjalan dengan baik.
2. penggantian kompresor.
3. penggantian TXV.
4. perubahan isi refrigeran atau penambahan refrigeran

Catatan: superheat harus diperiksa pada sistem yang sedang beroperasi dan pada kondisi beban penuh.

Bagaimana cara mengubah superheat itu?
Melakukan penyetingan perubahan superheat pada TXV.
Searah jarum jam - meningkatkan superheat tersebut.
Berlawanan arah jarum jam - menurun superheat tersebut.

Apa yang dimaksud dengan subcooling?
Subcooling adalah kondisi dimana refrigeran cair lebih dingin dari suhu minimum (temperatur saturasi) ini diperlukan untuk menjaga dari mendidihnya refrigeran oleh karena perubahan dari cair ke fasa gas.
Jumlah subcooling, pada kondisi tertentu adalah perbedaan antara temperatur saturasi dan suhu refrigeran cair yang sebenarnya.

Mengapa subcooling diinginkan?
Subcooling diinginkan karena beberapa alasan diantaranya adalah

1. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sistem, sejak jumlah panas yang dikeluarkan per pon refrigeran beredar lebih besar.
dengan kata lain, anda kurang menambah refrigeran melalui sistem untuk mempertahankan suhu yang didinginkan.
hal ini mengurangi jumlah waktu kompresor yang harus dijalankan untuk mempertahankan suhu.
peningkatan jumlah kapasitas yang anda dapatkan dengan masing-masing tingkat subcooling bervariasi dengan refrigeran yang digunakan.

2. Subcooling bermanfaat karena mencegah refrigeran cair berubah menjadi gas sebelum masuk ke evaporator.
penurunan tekanan pada pipa yang berisi cairan refrigeran dan vertical risers dapat mengurangi tekanan refrigerant ke titik di mana ia akan mendidih atau "flash" di saluran cair.
Hal ini menyebabkan perubahan fasa refrigeran yang menyerap panas sebelum mencapai evaporator.
subcooling tidak cukup mencegah katup ekspansi dari tepatnya penyetelan refrigeran cair ke evaporator, yang mengakibatkan kinerja sistem menjadi buruk.
Read More ->>

Tuesday, October 12, 2010

Menghitung Suhu Ruangan dan Beban Kelembaban

0 komentar
Menghitung panas sensible dan panas laten dari orang, lampu, peralatan listrik, mesin, penguapan dari permukaan air, polusi cairan dan beban yang lainnya

Iklim suhu dalam ruangan dipengaruhi oleh :

* Panas sensible dan panas laten dari orang, lampu, mesin dan peralatan listrik dan proses industri
* Polusi dan uap panas dari orang, bahan bangunan, persediaan bahan industri dan proses industri

Sumber yang paling penting yang mempengaruhi iklim suhu ruangan adalah sebagai berikut :

1. panas sensible dan panas laten dari orang
2. panas sensible dari lampu
3. panas sensible dari peralatan listrik
4. panas sensible dari mesin
5. panas laten dari penguapan permukaan air
6. penguapan dari polusi cairan
7. dan beban lainnya.

1. Panas sensible dan panas laten dari orang adalah panas yang ditransfer melalui konduksi, konveksi dan radiasi.
sedangkan panas laten dari orang adalah panas yang ditransfer melalui uap air.
panas sensible dipengaruhi oleh suhu udara dan pengaruh kalor laten kandungan kelembaban udara.
Panas dipindahkan dari orang tergantung pada aktivitas, pakaian, suhu udara dan jumlah orang dalam ruangan.

Tabel di bawah menunjukkan panas sensibel dan panas laten dari orang-orang.
Nilai dapat digunakan untuk menghitung beban panas untuk ditangani oleh sistem pendingin udara.* Nilai tabulasi berdasarkan 26 derajat celcius untuk dry-bulb temperature
* Disesuaikan nilai total panas untuk pekerja yang tidak menetap, restoran, termasuk 60 Btu / jam.
untuk makanan per individu (30 Btu / h dan panas sensible 30 Btu / panas laten h).
* Untuk bowling sosok satu orang per gang bowling, dan untuk yang lainnya yang sedang duduk (400 Btu / jam) atau berdiri (550 Btu / h)

2. Panas ditransfer ke ruangan dari panas lampu dapat dihitung sebagai berikut :

Hl = Pinst K1 K2 (1)

dimana

Hl = panas yang ditransfer dari lampu (W)

Pinst = pengaruh pemasangan (W)

K1 = simultan koefisien

K2 = koefisien koreksi jika lampu berventilasi. (= 1 tidak berventilasi, = 0,3-0,6 jika berventilasi)

Tabel di bawah ini dapat digunakan untuk memperkirakan beban panas dari lampu. (lembar data dari produsen harus diperiksa untuk rincian)
3. Panas sensible dari peralatan listrik
Panas yang ditransfer dari peralatan listrik dapat dihitung sebagai berikut :

Heq = Peq K1 K2 (2)

Dimana

Heq = panas yang ditransfer dari peralatan listrik (W)

Peq = konsumsi daya listrik (W)

K1 = koefisien beban.

K2 = koefisien waktu yang digunakan.

4. Panas sensible dari mesin
Ketika mesin beroperasi, panas dapat dipindahkan ke ruangan dari motor (dinamo) atau mesin.
jika motor dalam ruangan dan mesin berada di luar, panas ditransfer dapat dihitung sebagai berikut :

Hm = Pm / hm - Pm (3)

Dimana

Hm = panas yang ditransfer dari mesin ke ruangan (W)

Pm motor = konsumsi daya listrik (W)

hm = efisiensi motor

Jika motor menggunakan van belt dan mesin berada di luar, panas yang ditransfer dapat dihitung sebagai berikut

Hm = Pm / hm - hb Pm (3b)

Dimana

hb = van belt efisiensi

Jika motor dan mesin berada dalam ruangan, panas yang ditransfer dapat dihitung sebagai berikut.

Hm = Pm / hm (3c)

Dalam situasi ini daya total ditransfer sebagai beban panas ke ruangan.
Catatan! Jika mesin itu pompa atau kipas angin, sebagian besar daya dipindahkan sebagai energi untuk perantara dan mungkin akan ditransfer keluar dari ruangan itu.

Jika motor berada di luar dan mesin berada dalam ruangan, panas yang ditransfer dapat dihitung sebagai berikut.

Hm = Pm (3d)

Jika van belt dan motor berada diluar tetapi mesin berada dalam ruangan, panas yang ditransfer dapat dihitung sebagai berikut.

Hm = Pm hb (3e)

5. Panas laten dari penguapan permukaan air.

Penguapan dari wadah yang terbuka atau serupa dapat dihitung sebagai

qm = A (x1 - x2) ae (4)

Dimana

qm air = diuapkan (kg / s)

A = luas permukaan (m2)

x1 = kadar air di udara jenuh pada suhu air permukaan (kg / kg)

x2 = kadar air di udara (kg / kg)

ae = evaporasi konstan (kg/m2s)

Penguapan konstan dapat diperkirakan

ae = (25 19v) / 3600 (5)

Dimana

v = kecepatan udara dekat dengan permukaan air (m / s)

Suhu di permukaan air akan lebih rendah dari suhu di bawah permukaan.

Suhu dapat dihitung sebagai berikut.

t1 = t2 - (t2 - t3) / 8 (6)

Dimana

t1 = suhu di permukaan air (oC)

t2 = temperatur dibawah permukaan (oC)

t3 = suhu wet bulb di udara (oC)

Panas untuk penguapan dapat dihitung sebagai berikut.

He = qm / (x1 - x2) (h1 - h2) (7)

Dimana

h1 = entalpi di udara jenuh (J / kg)

h2 = entalpi di udara (J / kg)

6. Penguapan dari cairan polusi.

Aliran cairan polusi dapat dihitung sebagai berikut.

Qf = 22,4 qe / M T / 273 (8)

Dimana

Qf = aliran fluida (m3 / s)

qe = cairan menguap

M = massa molekul fluida pada 0 oC dan 101,3 Pa (kg / mol)

T = temperatur (K)

7. Beban lainnya

Karbon dioksida - CO2

Karbon dioksida (CO2) berkonsentrasi di udara "bersih" adalah 575 mg/m3.

konsentrasi besar dapat menyebabkan sakit kepala dan konsentrasi harus di bawah 9000 mg/m3.

Karbon dioksida dihasilkan oleh orang-orang selama pembakaran. Konsentrasi karbon dioksida di udara dapat diukur dan digunakan sebagai indikator kualitas udara.


Read More ->>

Sunday, October 3, 2010

TESTING FOR LEAKS

0 komentar
Never use oxygen to test a joint for leaks. Any oil in contact with oxygen under pressure will form an explosive mixture.
Do not use emery cloth to clean a copper joint. Emery cloth contains oil.
This may hinder the making of a good soldering joint.
Emery cloth is made of silicon carbide, which is a very hard substance.
Any grains of this abrasive in the refrigeration mechanism or lines can damage a compressor. Use a brush to help clean the area after sanding.

CLEANING AND DEGREASING SOLVENTS

Solvents, including carbon tetrachloride (CCl4), are frequently used in the refrigeration industry for cleaning and degreasing equipment. No solvent is absolutely safe.
There are several which may be used with relative safety. Carbon tetrachloride is not one of them.

Use of one of the safer solvents will reduce the likelihood of serious illness developing in the course of daily use.
Some of these solvents are stabilized methyl chloroform, methylene chloride, trichlorethylene, and perchloroethylene. Some petroleum solvents are available.
These are flammable in varying degrees.

Most solvents may be used safely if certain rules are followed.
• Use no more solvent than the job requires. This helps keep solvent vapor concentrations low in the work area.
• Use the solvent in a well-ventilated area and avoid breathing the vapors as much as possible.
If the solvents are used in shop degreasing, it is wise to have a ventilated degreasing unit to keep the level of solvent vapors as low as possible.
• Keep the solvents off the skin as much as possible.
All solvents are capable of removing the oils and waxes that keep the skin soft and moist.
When these oils and waxes are removed, the skin becomes irritated, dry, and cracked. A skin rash may develop more easily.

CAUTION: While commonly used solvent, carbon tetrachloride has many virtues as a solvent, it has caused much illness among those who use it.
Each year several deaths result from its use. Usually, these occur in the small
shop or the home.
Most large industrieshave discontinued its use. It is used only with extreme caution.
A measureof its harmful nature is indicated by the fact that it bears a poison label.
It should never be placed in a container that is not labeled “poison.” It is for industrial use only.

While occasional deaths result from swallowing carbon tetrachloride, the vast majority of deaths are caused by breathing its vapors.
When exposure is very great, the symptoms will be headache, dizziness, nausea,
vomiting, and abdominal cramping.

The person may lose consciousness. While the person seems to recover from breathing too much of the vapor, a day or two later he or she again becomes ill.
Now there is evidence of severe injury to the liver and kidneys. In many cases,
this delayed injury may develop after repeated small exposures or after a single exposure not sufficient to cause illness at the time of exposure.
The delayed illness is much more common and more severe among those who drink alcoholic beverages.

In some episodes where several persons were equally exposed to carbon tetrachloride, the only one who became ill or the one who became most seriously ill was the person who stopped for a drink or two on the way home.
When overexposure to carbon tetrachloride results in liver and kidney damage, the patient begins a fight for life without the benefit of an antidote.
The only sure protection against such serious illness is not to breathe the
vapors or allow contact with the skin.

Human response to carbon tetrachloride is not predictable. A person may occasionally use carbon tetrachloridein the same job in the same way without apparent harm. Then, one day severe illness may result.
This unpredictability of response is one factor that makes the use of “carbon tet” so dangerous.
Other solvents will do a good job of cleaning and degreasing. It is much safer to select one of those solvents for regular use rather than to expose yourself to the potential dangers of carbon tetrachloride.
Read More ->>

Thursday, September 9, 2010

18.000 - 24.000 BTU ERROR CODES

0 komentar
1. FAULT
INDOOR AIR SENSOR IS FAULTY
CODE E1
CHECK POINT
1. CHECK THE SENSOR VALUE.
2. INDOOR BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
CHANGE SENSOR
CHANGE INDOOR BOARD

2. FAULT
INDOOR PIPE SENSOR IS FAULTY
CODE E2
CHECK POINT
1. CHECK THE SENSOR VALUE
2. INDOOR BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
CHANGE SENSOR
CHANGE INDOOR BOARD

3. FAULT
IN-PHASE MOTOR IS FAULT
CODE E3

4. FAULT
COMMUNICATION FAULT BETWEEN INDOOR UNIT AND OUTDOOR UNIT
CODE E4
CHECK POINT
1. CHECK IF THE CONNECTING WIRING IS CONNECT WELL
2. TEST THE VOLTAGE VALUE BETWEEN L4 AND S, IF IT ‘S CHANGE REGULARLY THE SIGNAL TRANSFERING BETWEEN INDOOR AND OUTDOOR UNIT IS GOOD
WHEN IT’S NO CHANGE
IF VALUE IS BELOW 14V THE INDOOR PCB BOARD IS FAULT CHANGE IT.
IF VALUE IS OVER 14V,THE OUTDOOR PCB IS FAULTY
3. CHECK IF THERE IS LED FLASHING ON THE OUTDOOR PCB
IF THERE IS NO FLASHING CHECK VOLTAGE VALUE FROM POWER BOARD TO PFC BOARD, BETWEEN ACL AND CAN ON PFC BOARD
IF IT’S NOT 220V, CHANGE POWER BOARD
IF IT’S 220V,CHANGE PFC BOARD
COUNT MEASURE
1. FIX THE WIRING AGAIN
2. CHANGE RELATE PCB BOARD

5. FAULT
DRIVER BOARD IS FAULT
CODE E5
CHECK POINT
DRIVER BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
DRIVER BOARD IS FAULT

6. FAULT
OUTDOOR SENSOR IS FAULT
CODE E6
CHECK POINT
1. CHECK THESENSOR VALUE
2. POWER BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
CHANGE SENSOR
CHANGE POWER BOARD

7. FAULT
INDOOR MOTOR FAULTY
CODE E7

8. FAULT
COMMUNICATION SIGNAL IS NOT GOOD
CODE E8
CHECK POINT
CHECK IF THE COMMUNICATION WIRING IS CONNECTED WELL
CHECK IF POWER BOARD OR DRIVER BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
FIX THE COMMUNICATION WELL
CHANGE THE PCB BOARD

9. FAULT
DRIVER BOARD IS FAULT
CODE PO
CHECK POINT
DRIVER BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
DRIVER BOARD IS FAULT

10. FAULT
OCR TRIPED
CODE P1
CHECK POINT
1. COMPRESSOR OCR IS OPEN CURCUIT
2. CHECK IF THE OCR TEMPERATURE IS TOO HIGH AND OCR TRIPED
COUNT MEASURE
1. CHANGE OCR OR COMPRESSOR
2. TURN OFF THE AIR CONDITIONER, AND RESTART IT 2 HOUR LATER
3. IF AIR CONDITIONER IS ON AND OFF REGULARLY, CHECK OUTDOOR MOTOR OR MOTOR CAPACITOR, THE OUTLET IS BLOCKED OR THE CONDENSOR IS DIRTY.

11. FAULT
POWER BOARD IS FAULT
CODE P2
CHECK POINT
OUTDOOR POWER BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
CHANGE THE POWER BOARD

12. FAULT
IPDU IS FAULT
CODE P3

13. FAULT
INDOOR UNIT DON’T MATCH OUTDOOR UNIT
CODE P4
CHECK POINT
CHECK IF THE INDOOR UNIT MATCH OUTDOOR UNIT
COUNT MEASURE
CHANGE WRONG UNIT

14. FAULT
ELECTRIC CURRENT IS TOO HIGH
CODE P5
CHECK POINT
1. CHECK IF THE REFRIGERANT IS CHARGED TOO MUCH
2. CHECK IF THE VOLTAGE IS TOO LOW, POWER WRINGIS TOO THIN OR TOO LONG OR CONTACT BADLY
1. CHECK IF THE OUTLET IS BLOCKED OR THE CONDENSOR IS DIRTY
CHECK THE OUTDOOR MOTOR WORK NORMALLY
COUNT MEASURE
1. REGULATE THE QUANTITY OF REFRIGERANT
2. UPDATING POWER SUPPLY, CHANG POWER WIRING
3. REMOVE OBSTACLE AROUND OUTDOOR UNIT OR WASH THE CONDENDSOR
4. CHANGE OUTDOOR MOTOR OR MOTOR CAPACITOR

15. FAULT
THE VOLTAGE IS NOT STABLE
CODE P6
CHECK POINT
CHECK THE POWER SUPPLY
COUNT MEASURE
RESTART THE AIR CONDITIONER

16. FAULT
PFC FAULTY
CODE P7
CHECK POINT
OUTDOOR PFC BOARD IS FAULT
COUNT MEASURE
CHANGE PFC BOARD

17. FAULT
INDOOR MOTOR FEEDBACK FAULTY
CODE P8
Read More ->>

Tuesday, August 10, 2010

Pengertian dari Freon atau Refrigerant

4 komentar
Apa itu refrigerant?
Refrigerant atau yang sering kita sebut Freon adalah cairan yang menyerap panas pada suhu rendah dan menolak panas pada suhu yang lebih tinggi.
Prinsip-prinsip refrigerant memungkinkan untuk digunakan pada outdoor unit dan indoor unit langsung menjalankannya dengan baik, karena hubungan tekanan suhu.
Hubungan tekanan suhu ini memungkinkan untuk dapat mentransfer panas.

Dalam industri HVAC refrigerant diberi nama dagang dikenal sebagai " nama R".
Contoh nama-nama ini adalah R22, R134a, dan R502.
Nama-nama ini membantu untuk menggambarkan berbagai jenis refrigerant.
Refrigerant memiliki berbagai susunan kimia dengan sifat-sifat yang berbeda.
Beberapa refrigeran hanya mampu bekerja dalam tekanan yang tinggi sementara yang lain menggunakan tekanan rendah untuk berfungsi dengan baik.

Ada tiga susunan utama refrigeran yang digunakan pada saat ini yaitu :

1. Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC), yang terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon.
Karena mereka tidak menggunakan atom klor (yang digunakan dalam sebagian besar refrigerant) mereka dikenal sebagai salah satu yang paling merusak lapisan ozon kita.

2. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC), yang terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon.
Refrigeran ini mengandung jumlah minimal klorin, yg tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran lain.

3. Refrigerant chlorofluorocarbon (CFC), yang mengandung klorin, fluorin dan karbon.
Refrigerant ini membawa jumlah kaporit yang tinggi sehingga dikenal sebagai refrigerant yang paling berbahaya untuk merusak lapisan ozon.

Kadang-kadang refrigerant terdiri dari dua atau lebih senyawa kimia.
Campuran ini terurai menjadi dua jenis yaitu Zeotropes dan Azeotropes.
refrigeran campuran Zeotrope terutama terbuat dari tiga jenis refrigerant.

Karakteristik yang menjelaskan jenis refrigerant adalah bahwa ketiga sifat refrigerant itu menjaga mereka sendiri, mereka bertindak sebagai 3 refrigeran individu.
sementara refrigerant campuran Azeotropes memadukan dua refrigerant.
Properti yang menetapkan jenis refrigeran ini bertindak sebagai pendingin tunggal.
Efek ini titik didih dari kedua jenis refrigerant.

Anda harus memahami salah satu dasar yang paling penting dari refrigerant sebelum melakukan ekspansi bagaimana mereka bekerja.
Kunci utamanya adalah jangan mempunyai pemikiran kalau refrigerant itu akan dapat memindahkan panas.

Prinsip ini selalu didengungkan oleh industri HVAC, dan sering terjadi kesalah pahaman antara custumer dengan teknisi ac mengenai prinsip dari refrigerant tersebut.
Sebuah hubungan tekanan suhu adalah cara untuk menggambarkan suhu tertentu yang berhubungan langsung dengan tekanan suatu zat.
Hal ini memungkinkan kontrol suhu refrigerant mendidih.
Pengontrolan temperatur refrigeran mendidih memungkinkan untuk mentransfer panas yang tepat.

perpindahan panas adalah ketika panas dari satu tempat dipindahkan ke tempat lain, ini juga disebut sebagai siklus refrigerant.
Umumnya kita kontrol perpindahan panas melalui udara, air dan refrigerant.

Jenis perpindahan panas terjadi melalui konduksi.
Konduksi adalah ketika molekul dipanaskan, dengan banyak gerakan, bertabrakan dengan molekul-molekul bergerak lambat.
Molekul lebih hangat, bergerak cepat, selalu bergerak ke arah yang lebih dingin, atau bergerak ke molekul yang bergerak lambat.

Dinegara kita refrigerant/Freon dijual secara eceran dalam satuan kg, atau anda dapat juga membelinya 1 can/tabung yg berisi 13 kg lebih.
Refrigeran diidentifikasi oleh kode warna standar.
Label juga mengandung informasi tentang jenis refrigerant berada dalam wadah bersama dengan adanya bahaya keselamatan.

Ada beberapa bahaya keamanan saat pengisian refrigeran.
Dalam rangka membantu mencegah kerusakan lapisan ozon, teknisi dinegara maju diwajibkan oleh hukum untuk mempunyai sertifikat EPA.
Ada empat (4) jenis utama sertifikasi; Tipe I, Tipe II, Tipe III, dan UNIVERSAL. Tipe 1 adalah Jenis peralatan kecil seperti lemari es.
Tipe II mencakup alat bertekanan tinggi dengan pengecualian peralatan kecil seperti misalnya split-sistem.
Tipe III mencakup sistem tekanan rendah seperti pendingin.
Sebuah sertifikasi Universal mencakup tiga jenis sertifikasi.
Read More ->>

Tuesday, June 29, 2010

Cara mencari kebocoran pada evaporator

56 komentar





Cara mencari kebocoran pada bagian evaporator sama pencariannya dengan mencari kebocoran pada ban dalam kendaraan anda pada tukang tambal ban.
bila anda ingin melakukan perbaikan ini pertama-tama lakukan proses pump down (memasukan freon kedalam unit outdoor atau melakukan cara bongkar pasang ac split yang telah saya posting sebelumnya)


proses pump down dilakukan bila freon dalam sistem masih ada, tetapi bila sudah tidak ada freon dalam sistem anda tak perlu untuk melakukan pump down.
setelah indoor terlepas dari bracket buka tutup indoor lalu buka beberapa baut pada bagian komponen pcb dan lepaskan socket fan motor, socket motor swing, socket sensor led display, socket thermistor dan lepaskan kabel ground/arde yang menuju bagian evaporator.

setelah box komponen pcb anda lepaskan buka evaporator.
evaporator ada yang dibaut pada body indoor atau hanya dikunci dengan cara menjepitnya dengan body indoor.
angkat bagian kiri terlebih dahulu lalu kemudian lepaskan dengan cara perlahan-lahan dan jangan lupa buka klem yang mengunci pada pipa dibagian belakang indoor unit.

setelah evaporator terlepas tutup bagian pipa ukuran 3/8 dengan nepel 3/8 yang sudah dikembangkan ujung pipanya dan pada ujung satunya anda las mati. ( lihat gambar 2 )
pasang nepel 3/8 tersebut lalu dikencangkan dengan 2 buah kunci inggeris.
sedangkan pada bagian pipa 1/4 nya anda pasangkan selang manifold, untuk memasukan angin dari pompa vakum yang telah anda buat dengan compressor bekas.
bila anda tak mempunyai pompa vakum yang terbuat dari compressor, anda bisa memasukan freon kedalam evaporator tersebut.
tapi cara ini membuang banyak freon bila timbul kebocoran lagi setelah evaporator di las.

setelah evaporator berisi tekanan oksigen ( 100 - 150 PSI ) lalu celupkan evaporator pada bak ember besar dan perhatikan bagian samping kiri dan kanan untuk melihat kebocorannya.
bila sudah anda temukan letak kebocorannya kemudian angkat evaporator dari bak ember dan buang oksigen yang berada dalam evaporator.
lalu anda bisa melakukan pengelasan pada bagian yang bocor dengan alat las yang anda miliki, atau anda bisa meminta bantuan jasa tukang las karbit yang ada disekitar rumah anda untuk melakukan pengelasannya.
lakukan pengelasan atau penebalan pada bagian samping kiri dan kanan agar evaporator menjadi lebih kuat dari tekanan freon.
setelah selesai melakukan pengelasan periksa kembali dengan cara mencelupkan pada bak ember yang berisi air dan berikan tekanan oksigen dan perhatikan pada bagian samping kiri dan kanan apa masih ada yang bocor?

jika sudah tidak ada kebocoran, pasang kembali evaporator pada indoor dan pasang kembali indoor unit pada barcket.
setelah nepel indoor dan kabel power untuk outdoor terpasang pada pipa instalasi, lakukan vakum dan isi freon kembali.
atau tambahkan freon bila dalam unit masih terdapat sisa freon.

Ingat : Matikan aliran listrik yang menuju ac split anda !!! bila anda mau mencoba apa yang saya tulis diatas.
Read More ->>

Tuesday, May 18, 2010

Cara check thermistor

29 komentar
Bagaimana thermistor bekerja?
Termistor terbuat dari bahan semikonduktor dan bekerja dengan cara yang berlawanan dengan RTDs.
Sementara RTDs (resistance temperature detectors) mengalami peningkatan resistensi dengan meningkatnya suhu, termistor cenderung menunjukkan resistensi yang lebih rendah dengan suhu yang lebih tinggi.
Hal ini karena bahan semikonduktor cenderung menghantarkan electron lebih karena suhu meningkat.

Meskipun banyak jenis termistor yang tersedia, termistor dua-kawat adalah yang paling umum untuk pengukuran temperatur .
Memeriksa thermistor harus melakukan pengukuran resistansi (ohm).
Menggunakan multimeter analog maupun yang digital,
Anda harus dapat melihat nilai ohm transducer stabil pada suhu kamar dan menurun sebagai ujung transducer bila dipanaskan.
thermistor umumnya memiliki perubahan besar dalam hambatan per derajat suhu,.

Cara terbaik untuk menguji thermistor adalah ketika thermistor terhubung ke controller.
anda perlu mengecek dengan multi meter dalam mode VDC, lalu pasang kabel probe pada sambungan thermistor.
Pada suhu kamar (25 derajat) Anda akan menerima 2.5VDC, jika Anda menerima 5VDC ini berarti bahwa tidak ada sambungan atau tahanan (ohm) pada thermistor.
Jika Anda menerima 0 VDC berarti bahwa ada short pada thermistor.
Ada controller yang bekerja di 3.3V, dalam controller ini ketika thermistor memutuskan arus adalah 3,3 VDC.
pada suhu kamar (25derajat) kita mendapatkan 1,7 VDC, tentu saja hasilnya bervariasi sesuai suhu pada ruangan.

PTC thermistor memiliki tahanan (ohm) yang meningkat dengan meningkatnya suhu.
NTC thermistor memiliki tahanan (ohm) yang menurun dengan meningkatnya suhu.

Cara lain mengecek thermistor adalah, ukur themistor dengan multimeter pada skala kilo ohm.
Jika perubahan tahanan (ohm) tidak terhingga atau tidak ada tahanan sama sekali, berarti thermistor dalam keadaan rusak.
Read More ->>

Friday, May 14, 2010

Carrier Transicold Container Error Code

0 komentar
CodeNo. TITLE DESCRIPTION

AL13 Expansion Module

Alarm 13 is triggered if the control module has lost communication with the expansion
module for more than five minutes or communication fails within the first 15 seconds on power up.
This alarm triggers failure action C (evaporator fan only) or D (all machinery off) of Function Code Cd29 if the unit has a perishable set point.
Failure action D (all machinery off) is triggered if the unit has a frozen set point.

AL14 Phase Sequence Failure -- Electronic

Alarm 14 is triggered if the electronic phase detection system is unable to determine
the correct phase relationship.
DIRCHECK will be displayed while the relationship is determined.
If the system is unable to determine the proper relationship alarm 14 will remain active.
Additiotnal information on phase detection may be displayed at Function Code Cd41. If the right most digit of Code Cd41 is 3 or 4, this indicates incorrect motor or sensor wiring.
If the right most digit is 5, this indicates a failed current sensor assembly.

AL15 Loss Cooling Future Expansion

AL16 Compressor Current High

Alarm 16 is triggered if compressor current draw is 15% over calculated maximum 10 minutes out of the last hour.
The alarm is display only and will trigger off when the compressor operates for one hour without over current.

AL17 Phase Sequence Failure -- Pressure

Alarm 17 is triggered if a compressor start in both directions fails to generate
sufficient pressure differential.
The controller will attempt restart every twenty minutes and deactivate the alarm if successful.
This alarm triggers failure action C (evaporator fan only) or D (all machinery off) of Function Code Cd29 if the unit has a perishable set point.
Failure action D (all machinery off) is triggered if the unit has a frozen set point.

AL18 Discharge Pressure High

Alarm 18 is triggered if discharge pressure is 10% over calculated maximum for
10 minutes within the last hour.
The alarm is display only and will trigger off when the compressor operates for one hour without overpressure.

AL19 Discharge Temperature High

Alarm 19 is triggered if discharge temperature exceeds 135_C (275_F) for 10 minutes within the last hour.
The alarm is display only and will trigger off when the compressor operates for one hour without over temperature.

AL20 Control Circuit Fuse Open (24 vac)

Alarm 20 is triggered by control power fuse (F3) opening and will cause the software
shutdown of all control units.
This alarm will remain active until the fuse is replaced.

AL21 Micro Circuit Fuse Open (18 vac)

Alarm 21 is triggered by one of the fuses (F1/F2) being opened on 18 volts AC power supply to the Controller.
The suction modulation valve (SMV) will be opened and current limiting is halted. Temperature control will be maintained by cycling the compressor.

AL22 Evaporator Fan Motor Safety

Alarm 22 responds to the evaporator motor internal protectors.
The alarm is triggered by opening of either internal protector.
It will disable all control units until the motor protector resets and the unit is power cycled.

AL23 Loss of Phase B

Alarm 23 is triggered if low current draw is detected on phase B and IPCP, HPS
or IPEM is not tripped.
If the compressor should be running, the controller will initiate a start up every five minutes and trigger off if current reappears.
If the evaporator fan motors only should be running, the alarm will trigger off is current reappears.
This alarm triggers failure action C (evaporator fan only) or D (all machinery off) of Function Code Cd29 if the unit has a perishable set point.
Failure action D (all machinery off) is triggered if the unit has a frozen set point

AL24 Compressor Motor Safety


Alarm 24 is triggered when compressor is not drawing any current. It also triggers
failure action ”C” or ”D” set by function Code 29 for perishable setpoint, or ”D” for frozen setpoint.
This alarm will remain active until compressor draws current.
Table 3-6 Controller Alarm Indications (Sheet 2 of 4)

AL25 Condenser Fan Motor Safety

Alarm 25 is triggered by the opening of the condenser motor internal protector and will disable all control units except for the evaporator fans.
This alarm will remain active until the motor protector resets.
This alarm triggers failure action C (evaporator fan only) or D (all machinery off) of Function Code Cd29 if the unit has a perishable set point.
Failure action D (all machinery off) is triggered if the unit has a frozen set point

AL26 All Supply and Returntemperature Control Sensors Failure

Alarm 26 is triggered if the Controller determines that all of the control sensors
are out-of-range.
This can occur for box temperatures outside the range of --50_C to +70_C (--58_F to +158_F). This alarm triggers the failure action code set by Function Code Cd29.

AL27 A/D Accuracy Failure

The Controller has a built-in Analog to Digital (A-D) converter, used to convert
analog readings (i.e. temperature sensors, current sensors, etc.) to digital readings.
The Controller continuously performs calibration tests on the A-D converter.
If the A-D converter fails to calibrate for 30 consecutive seconds, this alarm is activated.This alarm will be inactivated as soon as the A-D converter calibrates.

AL28 Low Suction Pressure

Alarm 28 is triggered if suction pressure is below 2 psia and alarm 66 (Suction
Pressure Transducer Failure) is not active.
This alarm will be inactivated when suction pressure rises above 2 psia for three continuous minutes.
This alarm triggers failure action C (evaporator fan only) or D (all machinery off) as determined by User Selectable Failure Response if the unit has a perishable set point; Failure action D (all machinery off) if the unit has a frozen set point. Reset SMV.

AL51 Alarm List Failure
During start-up diagnostics, the EEPROM is examined to determine validity of its contents.
This is done by testing the set point and the alarm list.
If the contents are invalid, Alarm 51 is activated. During control processing, any operation involving alarm list activity that results in an error will cause Alarm 51 to be activated.
Alarm 51 is a “display only” alarm and is not written into the alarm list.
Pressing the ENTER key when “CLEAr” is displayed will result in an attempt to clear the alarm list.
If that action is successful (all alarms are inactive), Alarm 51 will be reset.

AL52 Alarm List Full

Alarm 52 is activated whenever the alarm list is determined to be full; at start-up
or after recording an alarm in the list.
Alarm 52 is displayed, but is not recorded in the alarm list. This alarm can be reset by clearing the alarm list.
This can be done only if all alarms written in the list are inactive.

AL53 Battery Pack Failure

Alarm 53 is caused by the battery pack charge being too low to provide sufficient
power for battery-backed recording. Renew replaceable batteries.
If this alarm occurs on start up, allow a unit fitted with rechargeable batteries to operate for up to 24 hours to charge rechargeable batteries sufficiently to deactivate the alarm

AL54 Primary Supply Temperature Sensor Failure (STS)

Alarm 54 is activated by an invalid primary supply temperature sensor reading that is sensed outside the range of --50 to +70_C (--58_F to +158_F) or if the probe check logic has determined there is a fault with this sensor.
If Alarm 54 is activated and the primary supply is the control sensor, the secondary supply sensor will be used for control if the unit is so equipped. If the unit does not have a secondary supply temperature sensor, and AL54 is activated, the primary return sensor reading, minus 2_C will be used for control.
NOTE
The P5 Pre-Trip test must be run to inactivate the alarm

AL55 DataCORDER Failure

This alarm activates to indicate the DataCORDER has a software failure.
To clear this alarm, reconfigure the unit to the current model number.
This failure may be the result of a voltage dip in access of 25%.

AL56 Primary Return Temperature Sensor Failure (RTS)

Alarm 56 is activated by an invalid primary return temperature sensor reading that is outside the range of --50 to +70_C (--58_F to +158_F).
If Alarm 56 is activated and the primary return is the control sensor, the secondary return sensor will be used for control if the unit is so equipped.
If the unit is not equipped with a secondary return temperature sensor or it fails, the primary supply sensor will be used for control.
NOTE
The P5 Pre-Trip test must be run to inactivate the alarm.

AL57 Ambient Temperature Sensor Failure

Alarm 57 is triggered by an ambient temperature reading outside the valid range
from --50_C (--58_F) to +70_C (+158_F).

AL58 Compressor High Pressure Safety

Alarm 58 is triggered when the compressor high discharge pressure safety switch
remains open for at least one minute.
This alarm will remain active until the pressure switch resets, at which time the compressor will restart.

AL59 Heat Termination Thermostat

Alarm 59 is triggered by the opening of the heat termination thermostat and will
result in the disabling of the heater.
This alarm will remain active until the thermostat
resets.

AL60 Defrost Temperature Sensor Failure

Alarm 60 is an indication of a probable failure of the defrost temperature sensor
(DTS).
It is triggered by the opening of the heat termination thermostat (HTT) or the failure of the DTS to go above set point within two hours of defrost initiation.
After one-half hour with a frozen range set point, or one-half hour of continuous
compressor run time, if the return air falls below 7_C (45_F), the Controller
checks to ensure the DTS reading has dropped to 10_C or below. If not, a DTS
failure alarm is given and the defrost mode is operated using the return temperature
sensor. The defrost mode will be terminated after one hour by the Controller.

AL61 Heaters Failure

Alarm 61 is triggered by detection of improper amperage resulting from heater
activation or deactivation.
Each phase of the power source is checked for proper amperage.
This alarm is a display alarm with no resulting failure action, and will
be reset by a proper amp draw of the heater.
AL62 Compressor Circuit Failure

Alarm 62 is triggered by improper current draw increase (or decrease) resulting
from compressor turn on (or off).
The compressor is expected to draw a minimum of 2 amps; failure to do so will activate the alarm.
This is a display alarm with no associated failure action and will be reset by a proper amp draw of the compressor.

AL63 Current Over Limit

Alarm 63 is triggered by the current limiting system.
If the compressor is ON and current limiting procedures cannot maintain a current level below the user selected limit, the current limit alarm is activated.
This alarm is a display alarm and is inactivated by power cycling the unit, changing the current limit via the code select Cd32, or if the current decreases below the activation level.

AL64 Discharge Temperature Over Limit

Alarm 64 is triggered if the discharge temperature sensed is outside the range of
--60_C (--76_F) to 175_C (347_F), or if the sensor is out of range.
This is a display alarm and has no associated failure action.

AL65 Discharge Pressure Transducer Failure

Alarm 65 is triggered if a compressor discharge transducer is out of range.
This is a display alarm and has no associated failure action.

AL66 Suction Pressure Transducer Failure

Alarm 66 is triggered if a suction pressure transducer is out of range.
This is a display alarm and has no associated failure action.

AL67 Humidity Sensor Failure

Alarm 67 is triggered by a humidity sensor reading outside the valid range of 0%
to 100% relative humidity.
If alarm AL67 is triggered when the dehumidification mode is activated, then the dehumidification mode will be deactivated.

AL69 Suction Temperature Sensor Failure

Alarm 69 is triggered by a suction temperature sensor reading outside the valid
range of --60_C (--76_F) to 150_C (302_F).
This is a display alarm and has no associated failure action.

NOTE
If the Controller is configured for four probes without a DataCORDER, the DataCORDER alarms AL70 and AL71 will be processed as Controller alarms AL70 and AL71.
Refer to Table 3-10.
The Controller performs self-check routines.
if an internal failure occurs, an
“ERR” alarm will appear on the display.
This is an indication the Controller
needs to be replaced.

ERROR DESCRIPTION

ERR 0 -- RAM failure Indicates that the Controller working memory has failed.
ERR Internal Microprocessor

EER 1 -- Program Memory failure Indicates a problem with the Controller program.
# Failure EER 2 -- Watchdog time--out

The Controller program has entered a mode whereby the Controller program has stopped executing.

EER 3 -- On board timer failure

The on board timers are no longer operational.
Timed items such as; defrost, etc.
may not work.

EER 4 -- Internal counter failure

Internal multi-purpose counters have failed.
These counters are used for timers and other items.

EER 5 -- A-D failure The Controller’s Analog to Digital (A-D) converter has failed.

Entr StPt Enter Setpoint (Press Arrow & Enter) The Controller is prompting the operator to enter a set point.

LO Low Main Voltage (Function Codes Cd27--38 disabled and NO alarm stored.)
This message will be alternately displayed with the set point whenever the supply
voltage is less than 75% of its proper value.

CARRIER TRANSICOLD 40X

Alarm circuit 022 break in the condenser fan.
Check or replace the brushes on the new
Code Description
A00 Green LED flashes - no alarm - unit is working properly.
A01 Exemption - pressure switch low pressure LP.
A02 Exemption - HP ciśneinia high pressure switch.
A03 Exemption - overcurrent protection of electric drive motor or overcurrent relay.
A04 Error in circuit mode, the compressor clutch ROAD.
Error A05 contactor control circuit compressor STAND BY.
A06 error in the circuit the condenser fan.
A07 Error in ventilator circuit 1st evaporator.
Error A08 ROAD heating circuit, an evaporator (optional).
A09 error in the circuits of the control valve defrosting.
A10 Error injection valve in the circuit.
A11 error in the heating circuit valve.
A12 alarm overheating the interior.
A13 alarm supercooled interior.
A14 defrost Alarm (duration> 45 min).
A15 temperature setting part from the acceptable range (-29 ° C to 30 ° C).
A16 error in the circuit water heater outlet.
A17 Overheating motosprężarki Stand by.
A18 Error Control Stand by heating an evaporator (optional).
A19 Error control valve of the liquid evaporator 1 (option).
A20 pressure switch, low pressure section, stand by (optional).
A21 break in the circuit motosprężarki stand by.
A22 break in the circuit the condenser fan.
Break in circuit A23 heating the first evaporator section of Road
A24 interval obwodziezaworu odszranianai (HGS1).
Break in circuit A25 injection valve.
A26 break in the circuit of hot gas valve (HGS2).
A27 break in the circuit heater water outlet (DWR1).
A28 Break-circuit heating stand by (EHR), an evaporator (optional).
Read More ->>

Wednesday, May 12, 2010

Capillary Tube Selection Software

2 komentar
Introduction-
This software allows the user to calculate a capillary tube throttling
device for a refrigeration system based on empirical formulas.
The result is a start value for optimization, this start value
typically giving a functioning system.
In certain cases the best possible choice of capillary diameter and
length might deviate remarkably from this calculated result.


The capillary sizing is based on the assumption, that
- the suction line is connected to the capillary tube in most of its length for internal heat exchange
- no or little subcooling appears in continuous operation

The refrigerant used is to be chosen from a list.
Input values should be representative dimensioning values for the refrigeration system.
The input value for
- capacity is to be taken for the also to be input operating conditions, in terms of
- evaporating temperature
- condensing temperature
- return gas temperature and
- without subcooling
for the compressor type used, preferably.
The input data are limited per refrigerant according to experience and compressor application areas.

Data like these could be according to data sheet performance data at ARI 540, EN 12900 or CECOMAF conditions, or taken from a software selection tool like Danfoss RS™.

The list of capillary tube inner diameters does contain typically available
sizes from different countries. They will not all be available at one place.
A length value for an available diameter size is to be chosen by the user,
or guessed, if not listed.

The list of refrigerants and capillary tube diameters and the calculation formulas and limits might be altered at updates, based on new experience.


Installation and requirements-

The DanCap™ software can be installed from harddisk, network drive, or CDROM.
Setup will ask you for destination directory and will be used for installation and later de-installation, if needed. De-installation removes the software again, completely, and very accurate, according to our experience.

please download in hire

System requirements-

Min. 200 MHz Pentium® or compatible
32 MB RAM min., 64 MB recommended
15 MB harddisk space
Microsoft Windows 95®, 98, ME, XP, NT 4.0, 2000 or newer

Source : www.danfoss.com
Read More ->>

Friday, April 2, 2010

Why Compressor Fail ?

9 komentar
Liquid Slugging is where extreme cases of Flooded Start or Liquid Flood Back occur.
When large quantities of liquid refrigerant enter the compressor and then mix with the lubricating oil in the compressors sump.
The resulting liquid/oil mixing and diluting, then creates major amounts of liquid and oil
droplets in a frothy foam mixture.


During extreme cases, this foam/oil/liquid mixture can be carried into the suction gallery
and then through the suction valves and into the cylinder.
This “Wet” mix will wash the cylinder lubricant away and can also cause the valve reeds to break.

Due to this liquid /oil mixture carrying non compressible particles this can cause the valve plate to deflect to the point where it breaks.

The Suction valve plate will show small dents or even holes through the plate.
The valve plate then falls into the cylinder and on to the piston crown.
As the piston travels up to the top of the cylinder during the compression cycle the valve plate is
then smashed up into the discharge valve plate.

This can cause a hole to be punched through the piston crown and damage to the discharge valve assembly occurs as there is almost no clearance between the top of the piston crown and the discharge valve, which gives the compressor its high efficiency rating.

The discharge valve assembly can also be completely smashed to pieces in certain instances.
In very extreme cases of slugging, the cylinder can be virtually filled with liquid and can cause con rod breakages and even broken crankshafts have been the result of hydraulic lock in the cylinder.
This is more in Flooded Start /Slugging instances.






Remember
Compressors are designed to pump refrigerant in its vapour form only, NOT LIQUID !
The action of the compressor is
1) The compressors piston as it travels down the cylinder pulls low pressure suction vapour from the evaporator,
through the suction valve reed and into the cylinder.
2) The piston as its travels back up the cylinder will compress this low pressure suction vapour, as this LP vapour
is compressed, its pressure and temperature rises.
3) This compressed vapour is now pumped out through the discharge valves as a High pressure discharge
vapour, which then passes to the condenser.
4) The compressor works OK

When compressors try to pump liquid
1) If liquid refrigerant returns to the compressor, as it gets drawn into the suction gallery, it then passes through
the suction valve.
2) The liquid being a solid mass will make the suction valve bend and sometimes break.
3) Liquid will then enter into the cylinder which will then have its lubrication washed away.
4) This will cause scoring to the cylinder walls and pistons.
5) The piston as it travels down the cylinder will draw this liquid and vapour into it chamber.
6) As the piston travels up the cylinder, the piston hits the solid liquid mass as it cannot compress it.
7) This solid mass is then driven up against the suction valve and also driven up into the discharge valve.
8) Again the solid mass of liquid will open and defl ect the discharge valve plate against its limit stop and again the valve plate can get smashed to pieces.
9) Pieces of valve plate will then fall down into the cylinder, and the piston as it travels up the cylinder will try to compress the bits of valve plate.
10) This then can smash the piston
11) Under worse case scenario the cylinder can fi ll with liquid and hydraulic lock the piston which can break the con rod or even break the crankshaft.

Typical Causes of Slugging
See Liquid Flood Back & Flooded Starts

Preventative Measures Required
See Liquid Flood Back & Flooded Starts

Typical Damage to Compressor parts
1) Damaged Suction and/or Discharge Valve Reeds and springs or Valve assembly
2) Damaged Piston Crowns
3) Scoring to cylinder bores, pistons and rings
4) Broken Con rods (No scoring to big end bearings)
5) Broken crankshaft

Source : http://www.danfoss.com

Read More ->>
 

| Bengkel ac dan kulkas © 2014. All Rights Reserved | Template Style by My Blogger Tricks .com | Design by Brian Gardner | Back To Top |